Tepat pada hari Selasa 18 November 2025, Ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon menjadi saksi pelantikan lima Komisioner Komisi Informasi Kota Cirebon periode 2025–2029: Agung Sedijono, Ibnu Abdillah, Luthfiyah Handayani, Ekky Bahtiar, dan Akhmad Junaeri. Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa keberadaan Komisi Informasi bukan formalitas, melainkan fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, menambahkan, “Kota Cirebon memiliki jejak historis sebagai pelopor pembentukan Komisi Informasi di tingkat kota dan kabupaten. Konsistensi ini menjadi bukti nyata komitmen membangun kota yang informatif dan inklusif.” Capaian Kota Cirebon sebagai Kota Informatif 2024 menjadi bukti bahwa penerapan keterbukaan informasi publik bukan sekadar retorika, tetapi agenda kerja nyata yang berkelanjutan.
Sebelum pelantikan Komisioner KI Kota Cirebon, Di Gedung Anwar Musaddad UIN Bandung, pada hari Rabu, 12 November 2025 sebanyak 22 finalis mengikuti Grand Final Duta KIP 2025. Dewan juri terdiri dari Novia Deviyanti (Komisi Informasi Jawa Barat), Fajar Yudianmar (Pinilih Jajaka Budaya Jabar) dan Eryanti Nurmala Dewi (PPID UIN Bandung & Founder SPEAKin). Hasil penilaian Dewan Juri, gelar Juara 1 diraih oleh: Putra: M. Farhan Irsyadillah (Fakultas Ushuluddin) dan Putri: Cantika Sari (Fakultas Dakwah & Komunikasi)
Acara dibuka oleh Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag., yang menyempatkan melontarkan pantun ringan untuk mencairkan suasana:
“Jalan ke kampus naik sepeda,
Ketemu Raffi Ahmad senyum menggoda.
Duta KIP datang penuh semangat jiwa,
Walau bukan artis, pesonanya luar biasa.”
Ketua KI Jabar, Husni Farhani Mubarok, dalam sesi pembekalan menekankan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang harus mempraktikkan nilai keterbukaan, bukan hanya di kampus, tetapi dalam kehidupan sehari-hari.
PPID UIN Bandung juga menggandeng Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ)—mewujudkan prinsip keterbukaan yang aksesibel, dimana salah satu kandidat adalah mahasiswa tuli yang difasilitasi penerjemah bahasa isyarat sejak tahap awal seleksi.
Selain Duta KIP, UIN Bandung juga menetapkan Duta Inovatif 2025: Muhammad Sheva Aidan Irawan (FTK) dan Shafira Apriliesya Azzahra (FEBI).
Audiensi KI Jabar dengan Gubernur Jawa Barat
Bertempat di Gedung Sate, hari Kamis 6 November 2025 Ketua dan Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat melakukan audiensi resmi dengan Gubernur Jawa Barat. Pertemuan ini membahas: Penguatan kelembagaan KI Jabar, Harmonisasi kebijakan keterbukaan informasi antara provinsi dan kabupaten/kota dan Penguatan dukungan pemerintah daerah terhadap Monev, edukasi publik, dan penyelesaian sengketa. Audiensi ini menjadi momentum strategis menyatukan visi bahwa keterbukaan informasi adalah fondasi pelayanan publik modern yang bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat.
Selama periode 5–14 November 2025 tim juri Monev KIP Jabar 2025 melakukan penilaian terhadap presentasi dan wawancara 57 badan publik se-Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi langkah penting menilai penerapan keterbukaan informasi, menekankan akuntabilitas, profesionalisme, dan kesiapan badan publik dalam memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat.
Dua agenda penting menandai 12 November 2025: Pertama, Pelatihan MC Komisioner KI. Nuni Nurbayani, Komisioner KI Jabar Bidang SEKOM, mengikuti pelatihan MC yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat untuk meningkatkan profesionalisme dalam memimpin acara dan komunikasi publik. Kedua, Kunjungan DPRD Provinsi Jambi ke KI Jabar. Rombongan DPRD Provinsi Jambi belajar praktik keterbukaan informasi di Kantor KI Jabar, memperkuat jejaring antarlembaga legislatif dan Komisi Informasi di tingkat provinsi.
Nuni Nurbayani, Komisioner Bidang SEKOM KI jabar, mengatakan KI Jabar bersinergi dengan AKTV menggelar rangkaian talkshow AKTV Ngopi Sonten menekankan pentingnya keterbukaan informasi:
- 24 Oktober 2025 – “Implementasi Keterbukaan Informasi di Jawa Barat”
Narasumber: Taufik Hidayat (Wakil Ketua Komisi I DPRD Jabar), Husni Farhani Mubarok (Ketua KI Jabar), dan Rika Widawati (Akademisi UPI). - 31 Oktober 2025 – “Dinamika Sengketa Informasi di Jawa Barat”
Narasumber: Rafael Situmorang (Anggota Komisi I DPRD Jabar), Nuni Nurbayani (Komisioner KI Jabar Bidang SEKOM), dan Rika Widawati (Akademisi UPI). - 7 November 2025 – “Budaya Keterbukaan Informasi di Jawa Barat”
Narasumber: Tuti Turimayanti (Anggota Komisi I DPRD Jabar), Erwin Kustiman (Komisioner KI Jabar Bidang PSI), dan Rika Widawati (Akademisi UPI). - 14 November 2025 – “Keterbukaan Informasi Publik di Media Sosial”
Narasumber: Rizqi Ghassan (Akademisi & Aktivis Perempuan Jabar), Raden Dimas (Tim Ahli KI Jabar).
Refleksi
Ketua KI Jabar, Husni Farhani Mubarok, mengungkapkan: “Rangkaian kegiatan talkshow, Monev KIP se Jabar, penganugerahan Duta KIP UIN Bandung hingga pelantikan Komisioner KI Kota Cirebon menunjukkan komitmen KI Jabar dalam meneguhkan budaya keterbukaan informasi yang berlanjutan”.
“Dari kampus hingga pemerintahan, prinsip transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas menjadi fondasi yang mendorong partisipasi aktif masyarakat,” tegas Husni.
Dua Komisioner KI Jabar, Dadan Saputra dan Nuni Nurbayani mengatakan pernyataan yang senada: “Budaya keterbukaan informasi bukan sekadar prosedur, melainkan bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia dan tanggung jawab publik. Melalui edukasi, kolaborasi lintas institusi, dan pemanfaatan ruang digital, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari ekosistem informasi yang sehat, inovatif, dan berintegritas”.
Yadi Supriadi dan Erwin Kustiman, menegaskan jika keterbukaan informasi di Jawa Barat kini bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang tumbuh, berkembang, dan menginspirasi. Dari mahasiswa, legislator, komisioner, hingga publik luas, semua bergerak bersama mewujudkan visi transparansi berkelanjutan: membangun masyarakat yang informatif, akuntabel, dan berdaya, demi kemajuan demokrasi dan pelayanan publik yang lebih baik. **✍️ *(Akila,Egia,Novianti,Rizal dan Kosasih – Tim Ahli KI Jabar | Review: Yudaningsih)