29 September 2026 — Masih dalam rangkaian acara memperingati International Right to Know Day (RKTD), Komisi Informasi Jawa Barat melaksanakan kegiatan “KI Kabar Goes to KOPIKU UNISA, Saatnya Mahasiswa Tau.” Kali ini mengusung tema “Keterbukaan Informasi Melalui Literasi Digital Anti Hoaks”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Siti Munjiyah dan diikuti oleh sivitas akademika serta mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya keterbukaan informasi publik serta hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang transparan, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Informasi publik juga bisa diakses mahasiswa melalui media digital.
Hadir sebagai narasumber, Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat, Nuni Nurbayani, M.Pd.I, yang menyampaikan perspektif mengenai keterbukaan informasi publik dan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong budaya transparansi melalui media digital.
Selain itu, kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Sitti Syabariah, S.Kp., MS., Biomed sebagai Rektor UNISA Bandung, Ratna Muharomah selaku pegiat keterbukaan informasi, serta Amron Maroghi dari bidang komunikasi.
Melalui kegiatan KI Kabar Goes to KOPIKU UNISA ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa keterbukaan informasi publik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokratis. Mahasiswa juga didorong untuk aktif menggunakan hak memperoleh informasi secara bijak sekaligus berperan dalam membangun budaya keterbukaan informasi.
Nuni menyampaikan menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Tingkat penetresi internet paling tinggi ada dikelompok masyarakat pendidikan di perguruan tinggi dengan nilai 92,49 persen. Oleh karena itu kelompok ini harus diberikan literasi digital yang baik dalam mengakses informasi publik yang bermanfaat bagi kehidupannya.
Momentum International Right to Know Day menjadi pengingat bahwa akses terhadap informasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sadar informasi, kritis, dan partisipatif.
Dengan semangat “Saatnya Mahasiswa Tahu”, Komisi Informasi Jawa Barat terus mendorong peningkatan literasi keterbukaan informasi di kalangan generasi muda agar mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem keterbukaan informasi. (Akh)