Komisi Informasi Jabar Gelar Pelatihan Fotografi Praktis untuk Tingkatkan Kapasitas Dokumentasi Informasi Publik

Bandung — Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kelembagaan melalui berbagai program penguatan kapasitas. Salah satunya dengan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bertajuk “Belajar Fotografi Praktis” yang dilaksanakan di Kantor Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Komisi Informasi Jawa Barat dalam meningkatkan kemampuan teknis sumber daya manusia, khususnya dalam bidang dokumentasi visual kegiatan lembaga. Di era digital saat ini, penyampaian informasi tidak hanya melalui teks, tetapi juga melalui visual yang mampu menarik perhatian dan memperkuat pesan kepada publik.

Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, dalam sambutannya menegaskan bahwa kemampuan fotografi menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung penyebaran informasi publik secara efektif.

Menurutnya, dokumentasi kegiatan yang baik akan membantu masyarakat memahami berbagai aktivitas lembaga serta memperkuat transparansi kepada publik.

“Di era komunikasi digital saat ini, visual menjadi salah satu media yang paling efektif dalam menyampaikan informasi. Dokumentasi kegiatan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai arsip lembaga, tetapi juga menjadi sarana komunikasi publik yang mampu memperkuat pesan keterbukaan informasi kepada masyarakat,” ujar Husni.

Ia menambahkan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kemampuan dasar fotografi sehingga dapat menghasilkan dokumentasi kegiatan yang lebih informatif, menarik, dan profesional.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang fotografi dan jurnalistik, yaitu Andri Gurnita, S.Sos, fotografer profesional sekaligus praktisi Public Relations, serta Ade Bayu Indra, S.Sos, jurnalis dari Tugubandung yang juga memiliki pengalaman dalam fotografi jurnalistik.

Dalam pemaparannya, Andri Gurnita menjelaskan bahwa fotografi bukan sekadar mengambil gambar, tetapi juga bagaimana menyampaikan cerita melalui visual.

Menurutnya, foto yang baik harus mampu menggambarkan suasana, pesan, dan makna dari suatu kegiatan.

“Fotografi pada dasarnya adalah cara bercerita melalui gambar. Sebuah foto yang baik dapat menggambarkan suasana, emosi, dan pesan dari sebuah peristiwa tanpa harus banyak kata. Karena itu, penting bagi siapa pun yang melakukan dokumentasi kegiatan untuk memahami komposisi, sudut pengambilan gambar, serta momen yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, Ade Bayu Indra menjelaskan berbagai teknik dasar fotografi yang dapat diterapkan dalam kegiatan dokumentasi kelembagaan. Ia menekankan pentingnya memahami komposisi, pencahayaan, serta pengaturan fokus agar foto yang dihasilkan lebih menarik dan komunikatif.

“Tidak harus menggunakan kamera mahal untuk menghasilkan foto yang baik. Yang terpenting adalah memahami dasar-dasar fotografi seperti komposisi, pencahayaan, serta bagaimana menangkap momen yang tepat. Bahkan dengan kamera ponsel sekalipun, kita tetap bisa menghasilkan foto yang berkualitas jika memahami teknik dasarnya,” ujarnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan pelatihan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung mengenai berbagai teknik fotografi serta praktik dokumentasi kegiatan yang efektif.

Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan ini meliputi pengenalan dasar fotografi, teknik penggunaan kamera, pengaturan eksposur, fokus, hingga komposisi dalam pengambilan gambar. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana menghasilkan foto dokumentasi yang mampu menggambarkan pesan kegiatan secara lebih kuat dan informatif.

Peserta kegiatan terdiri dari asisten dan mahasiswa magang di lingkungan Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat yang selama ini turut membantu berbagai kegiatan kelembagaan, termasuk dalam dokumentasi dan publikasi kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat berharap para peserta dapat meningkatkan keterampilan dalam menghasilkan dokumentasi visual yang lebih berkualitas, sehingga mampu mendukung penyampaian informasi publik secara lebih efektif kepada masyarakat.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen Komisi Informasi Jawa Barat dalam terus meningkatkan kualitas komunikasi publik, sekaligus memperkuat peran lembaga dalam mendorong keterbukaan informasi di Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

More articles ―