Bandung, 24 September 2026 – Dalam rangkaian peringatan Right To Know Day atau Hari Hak untuk Tahu Sedunia, Komisi Informasi Jawa Barat (KI Jabar) terus memperluas edukasi keterbukaan informasi publik kepada generasi muda. Kali ini, KI Jabar menyapa kepengurusan baru Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Bandung melalui kegiatan KI Jabar Goes to IMM Kota Bandung, yang berlangsung di Aula Pendopo Kota Bandung, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan literasi ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa untuk memahami hak memperoleh informasi publik sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas badan publik. Hal tersebut sejalan dengan pentingnya peningkatan literasi mahasiswa dalam mengakses, memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi secara tepat dan bertanggung jawab di tengah perkembangan teknologi digital.
Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat, Dr. Erwin Kustiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang melek informasi dan partisipatif dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk turut mengawal terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Keterbukaan informasi publik bukan hanya mengenai bagaimana masyarakat mendapatkan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik perlu memahami hak atas informasi publik serta mampu berpartisipasi secara aktif dalam pengawasan pelayanan publik. Terlebih, perkembangan teknologi informasi telah membuat mahasiswa semakin mudah memperoleh, mengolah, sekaligus menyebarluaskan informasi.
Dalam konteks tersebut, kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi hal penting agar mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Rahma Budi Robani selaku akademisi dan Saskya Hasna Fadhillah selaku aktivis perempuan. Keduanya membahas berbagai perspektif mengenai keterbukaan informasi publik, khususnya keterkaitannya dengan peran generasi muda di era digital.
Dalam paparannya, Rahma Budi Robani menjelaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi strategis dalam mendukung keterbukaan informasi publik karena memiliki kedekatan dengan perkembangan teknologi dan media digital. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi secara cepat.
Namun, kemudahan tersebut juga diikuti tantangan berupa maraknya hoaks, disinformasi, serta derasnya arus informasi di media sosial. Karena itu, penguatan literasi digital dan pemahaman mengenai hak masyarakat atas informasi publik diperlukan agar generasi muda mampu bersikap kritis sekaligus bertanggung jawab dalam menggunakan informasi.
Sementara itu, Saskya Hasna Fadhillah membahas pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap hak atas informasi publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan keterbukaan informasi. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat meningkatkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap berbagai isu publik, memperluas akses terhadap informasi yang valid dan terpercaya, serta membuka ruang partisipasi generasi muda dalam mengawal kebijakan dan pelayanan publik.
Saskya juga menekankan bahwa kedekatan Generasi Z dengan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan memilah informasi. Pemanfaatan media digital secara positif dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya masyarakat yang informatif sekaligus menghindari penyebaran informasi yang tidak benar.
Kegiatan yang berlangsung dalam format literasi dan diskusi tersebut turut memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan. Diskusi berkembang pada sejumlah isu, mulai dari transparansi informasi, penggunaan media sosial, literasi digital, hingga bagaimana mahasiswa dapat mengambil peran dalam mengawal keterbukaan informasi publik di lingkungan masyarakat maupun institusi pendidikan.
Melalui KI Jabar Goes to IMM Kota Bandung, Komisi Informasi Jawa Barat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami hak atas informasi publik, tetapi juga mengambil bagian dalam membangun budaya informasi yang terbuka, kritis, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki peran dalam mendorong transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi publik di tengah perkembangan ekosistem digital.