Bandung, 12 Agustus 2026 — Komisi Informasi Jawa Barat (KI Jabar) terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan edukasi, literasi, dan pemahaman mengenai keterbukaan informasi publik. Upaya tersebut diwujudkan melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi Informasi Jawa Barat, Bandung, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pengantar dari Ketua Komisi Informasi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Husni memperkenalkan jajaran Komisioner KI Jabar serta berbagi pengalaman mengenai mahasiswa dan mahasiswi yang sebelumnya telah melaksanakan program magang di Komisi Informasi Jawa Barat.
Husni juga memberikan pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan peran Komisi Informasi dalam mendorong terwujudnya keterbukaan informasi publik di Jawa Barat. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai hak memperoleh informasi sekaligus memperkenalkan praktik keterbukaan informasi publik kepada generasi muda.
Dalam konteks program magang, Husni menjelaskan bahwa beberapa program studi memiliki keterkaitan yang erat dengan tugas dan fungsi KI Jabar, khususnya Ilmu Komunikasi dan Ilmu Hukum. Namun demikian, kesempatan untuk bergabung dalam program magang tidak terbatas pada kedua bidang tersebut.
“Pada prinsipnya, mahasiswa dari berbagai program studi memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman di Komisi Informasi. Tidak hanya mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Hukum, tetapi juga program studi lainnya dapat berkontribusi sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki,” ujar Husni.
Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Komisioner Bidang Hubungan Kelembagaan, Tata Kelola (HKTK) KI Jabar, Yadi Supriadi, yang mendiskusikan lebih lanjut mengenai bentuk program kerja sama, pola penugasan mahasiswa, serta jangka waktu pelaksanaan magang. Diskusi tersebut diarahkan agar program magang tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi dapat memberikan pengalaman dan pengetahuan praktis kepada mahasiswa mengenai tata kelola kelembagaan serta keterbukaan informasi publik.
Selanjutnya, Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat LP3I, Taufiq Furqon Nurhakim, menyampaikan rencana penjajakan Memorandum of Understanding (MoU) antara LP3I dengan Komisi Informasi Jawa Barat. Pembahasan mencakup peluang kerja sama kelembagaan, program studi yang dapat mengikuti program magang, mekanisme penempatan mahasiswa, serta pengaturan waktu pelaksanaan magang.
Taufiq menyampaikan bahwa kerja sama dengan KI Jabar diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan lembaga publik, khususnya dalam memahami komunikasi kelembagaan, pelayanan informasi, serta praktik keterbukaan informasi publik.
Sementara itu, perwakilan Program Studi Sistem Informasi Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) turut menyampaikan pandangan mengenai pengembangan program magang yang lebih efektif dan relevan dengan kompetensi mahasiswa. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana mahasiswa dapat memperoleh penugasan yang tidak hanya terbatas pada pekerjaan yang secara langsung berkaitan dengan program studinya.
Dalam diskusi tersebut, dibahas pula peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang berkembang di lingkungan Komisi Informasi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan pengetahuan akademis yang telah diperoleh di kampus, tetapi juga dapat memahami berbagai aspek baru, termasuk tata kelola informasi, layanan informasi publik, komunikasi kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung keterbukaan informasi.
Pembahasan kemudian berkembang pada isu keterbukaan informasi publik dan proses persidangan sengketa informasi di KI Jabar. Para peserta berdiskusi mengenai bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa informasi dilaksanakan serta pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Melalui kegiatan penjajakan kerja sama ini, KI Jabar menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam meningkatkan literasi keterbukaan informasi publik. Sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik melalui program magang, edukasi, penelitian, pengembangan kapasitas mahasiswa, maupun kegiatan akademis lainnya.
Kerja sama antara KI Jabar dan perguruan tinggi juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademis, tetapi juga memahami pentingnya keterbukaan informasi sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Dengan semakin eratnya kolaborasi antara lembaga publik dan dunia akademik, Komisi Informasi Jawa Barat optimistis edukasi mengenai keterbukaan informasi dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan lingkungan kampus, sekaligus memperkuat ekosistem keterbukaan informasi publik menuju tata kelola pemerintahan yang semakin baik di Jawa Barat.